Rabu, 05 November 2014

Tsundere... (awww ^_^)

 
Tsundere (ツンデレ) adalah salah satu bentuk proses pengembangan karakter Jepang yang menggambarkan perubahan sikap seseorang yang awalnya dingin dan bahkan kasar terhadap orang lain sebelum perlahan-lahan menunjukkan sisi hangat kepadanya. Kata ini berasal dari kata tsun tsun (ツンツン) yang berarti membuang muka dengan jijik, ditambah dere dere (デレデレ) yang tsu tsus sususus berarti menjadi penuh kasih sayang atau sedang jatuh cinta. Selain itu, kata ini juga dipakai untuk menggambarkan seseorang yang "biasanya menunjukkan sikap dingin, namun di depan orang yang disukainya, sikap tersebut berubah menjadi penuh kasih sayang."
Istilah tsundere mulai dikenal setelah sering digunakan dalam permainan video bishōjo produksi Jepang. Namun sekarang kata tsundere sudah menjadi bagian dari fenomena moe di kalangan otaku, merambah ke maid café, anime, manga, dan novel. Istilah ini menjadi populer setelah dipopulerkan permainan novel visual Kimi Ga Nozomu Eien.


Dalam serial anime atau televisi, sifat tsundere banyak dimunculkan dalam berbagai macam-macam bentuk karakteristik dan manifestasi.
  • Tsundere natural (sifat bawaan): sifat tsundere yang paling umum dan paling banyak dijumpai. Sifat tsun-tsun pada mulanya muncul dari perasaan cemas karakter yang bersangkutan, atau sebagai reaksi spontan untuk lari dari perasaan gugup. Perasaan ini muncul dengan spontan, bahkan dalam beberapa kasus karakter yang bersangkutan tidak menyadari perbuatannya sendiri. Ada berbagai macam tekanan yang dapat mengakibatkan kondisi mental gugup, bergantung pada sensitivitas perasaan karakter. Tipe tsundere yang satu sebetulnya relatif lebih mudah di tangani daripada tipe tsundere yang lain.
  • Tsundere narsisme: sifat tsundere ini muncul sebagai akibat dari sifat narsis dari karakter yang bersangkutan. Perilaku tsun-tsun dan dere-dere darinya memang murni disebabkan sifatnya yang berpusat pada diri sendiri. Karakter seperti in paling sulit menerima koreksi dan opini.
  • Tsundere ojou: sifat tsundere yang muncul sebagai akibat latar belakang kehidupan dari karakter yang menerapkan gaya hidup superior. Karakter seperti ini melibatkan sifat gengsi yang memicu perilaku tsun-tsun. Pada kasus ini karakter yang bersangkutan akan menempatkan dirinya sebagai orang yang lebih sulit dijangkau meskipun sesungguhnya ia ingin didekati. Seringkali apa yang diutarakan atau diekspresikan berbeda dengan apa yang sebenarnya ada dalam perasaannya. Sekali titik kelemahannya ditemukan, maka karakter tersebut tidak lagi mempunyai alasan ataupun kekuatan untuk menutupi perasaan yang sesungguhnya. Ia dengan segera akan menunjukkan sifat dere-dere.
  • Deviant tsundere : jenis tsundere yang paling berbahaya dari semuanya. Fase tsun-tsun harus dilewatinya dalam keadaan berbeda dari norma yang biasa sehingga kemungkinan besar akan mengancam kehidupan karakter lain. Keadaan deviant tsundere ini biasanya terjadi di kalangan karakter jahat atau pada karakter-karakter yang lebih menyukai darah daripada perasaan.
  • Tsundere pragmatis: klasifikasi terbaru tsundere. Karakter ini cenderung bersikap pragmatis, menanggapi segala sesuatu secara serius, terlalu berpaut pada peraturan, dan biasanya sebagai karakter tsukomi yang memiliki selera humor yang rendah. Namun karena sikapnya yang selalu serius, pada suatu waktu ia nantinya berubah menjadi bersikap lembut, sama dengan aura moe tsundere lainnya, sehingga karakter ini secara resmi diklasifikasikan sebagai tsundere.
  • Extrovert tsundere: tsundere yang muncul pada karakter yang ceria, ramai, banyak tingkah, ekspresif atau dengan kata lain ekstrover. Jenis ini merupakan manifestasi tsundere yang paling kekanakan dibandingkan tsundere lainnya. Pada tipe tsundere ini, karakter yang bersangkutan akan melakukan hal apapun untuk dapat mendekati karakter lainnya, biasanya tingkah laku yang jahil atau mengganggu karakter lain, dan inilah fase tsun-tsun.
  • Introvert tsundere: Kebalikan dari extrovert tsundere, dan hanya berlaku pada karakter yang pendiam. Kecenderungannya untuk menyembunyikan perasaan sesungguhnya muncul karena sifat introvernya sendiri. Dalam kata lain, karakter ini pada dasarnya memang tertutup. Reaksi tsun-tsun kemungkinan besar hanya terjadi secara verbal; tipe ini untuk selanjutnya disebut "dandere".
 Source : wikipedia
Read more ...

Tokusatsu

 
Tokusatsu (特撮) adalah istilah dalam bahasa Jepang untuk efek spesial (efek khusus / efek visual) dan seringkali digunakan untuk menyebut film sci-fi/fantasi/horor live-action produksi Jepang.stilah tokusatsu merupakan kependekan dari istilah tokushu satsuei (特殊撮影), sebuah istilah bahasa Jepang yang bisa diterjemahkan sebagai "special photography" yang mengacu pada penggunaan efek khusus (special effects). Biasanya, dalam sebuah film atau pertunjukan, orang yang bertanggung jawab untuk urusan efek khusus seringkali dipanggil dengan julukan tokushu gijutsu (特殊技術), yang berarti "special techniques" (istilah yang dulu digunakan untuk menyebut "special effects"), atau tokusatsu kantoku (特撮監督).
Dulu di Jepang, tokusatsu sangat populer terutama di kalangan anak-anak. Tapi seiring berjalannya waktu, tokusatsu sempat mulai ditinggalkan. Banyak kalangan menilai, tokusatsu merupakan film yang ditujukan kepada anak-anak, meski realitanya, sebagian tokusatsu memiliki jalan cerita yang cukup kompleks yang sulit dipahami anak-anak. Selain itu, pamor tokusatsu kalah dibanding anime dan manga yang sekarang sudah sangat populer di seluruh dunia. Akan tetapi, hal itu tidak membuat para perusahaan pembuat tokusatsu menyerah. Mereka mengubah jalan cerita dari tokusatsu itu menjadi lebih lucu dan menarik untuk menggairahkan kembali tokusatsu yang sempat meredup.
Tokusatsu adalah salah satu bentuk hiburan Jepang yang sangat populer, dan memiliki banyak genre, misal Kaiju monster (seperti Godzilla atau Gamera), Kamen Rider (Ichigo, Nigo, hingga yang terbaru seperti Kamen Rider Gaimu), Metal Hero (Gaban Spielban), dan banyak lagi.
Eiji Tsuburaya (1901-1970) adalah salah satu tokusatsu kantoku terkenal di Jepang, dan dialah yang telah memproduksi dan memopulerkan karakter Godzilla and Ultraman. Tsuburaya bukan artis FX pertama, tetapi beliau telah berhasil membuat pertunjukan efek khusus di Jepang menjadi sesuatu hal yang berbeda. Ketika memproduksi suatu film yang mempertunjukkan makhluk-makhluk raksasa (seperti monster, superhero, alien, dsb.), Tsuburaya biasanya menggunakan teknik yang melibatkan maket miniatur yang canggih, dan untuk monsternya biasanya menggunakan stuntman dengan kostum monster (sekarang disebut "Suitmation") atau boneka yang bisa diatur gerakannya (Mothra, Dogora, etc.). Walaupun sekarang sudah banyak efek khusus yang menggunakan efek digital, metode tokusatsu Tsuburaya tetap dipergunakan sampai sekarang, dan sudah menjadi tradisi tersendiri.
Read more ...

Review Intuos CTH480

Wacom melakukan rebranding produk Bamboo dan Intuos nya. Kalau kita ikuti perkembangan Wacom, Anda pasti kenal dengan Wacom Bamboo.

Wacom Intuos
Sekarang Wacom tidak lagi membuat lini produksi Bamboo dan mengalihkannya ke Intuos. Lalu bagaimana dengan segmen Intuos yang sudah ada sebelumnya? Wacom memperkenalkan Intuos Pro. Jadi, Intuos 5 sekarang jadi Intuos Pro dan Bamboo menjadi Intuos.
Model yang saya beli disini adalah edisi small touch. Untuk versi small terdapat dua jenis, yaitu yang non touch dan touch. Perbedaan harga sebenarnya tidak terlalu signifikan, hanya beda 200-300 ribuan, jadi menurut saya, cukup tanggung beli yang non-touch, mengingat saya lebih menginginkan navigasi langsung lewat Intuos.
Dari penampilan fisik, saya suka dengan simplicity yang ditawarkan Intuos. Berbeda dengan edisi (Bamboo) sebelumnya yang hitam, kali ini warna didominasi oleh silver putih. Pen atau stylus termasuk eraser (penghapus) dan dioperasikan tanpa baterai. Yang cukup keren dari produk ini juga adalah, Anda bisa mengkustomisasi penampilan fisik Intuos Anda seperti mengganti warna rubber pada stylus atau mengganti warna pen holder pada bagian atas Intuos. Koneksi Intuos menggunakan kabel USB, meskipun Anda bisa membeli perangkat Wireless terpisah (kisaran harga 600 ribuan).
Intuos CTH480 memiliki 1024 pressure sensitivity, bisa dipakai untuk pengguna right-hand drawing dan left-hand. Ukuran layar (small) 152 x 95 mm. Tentu saja compatible untuk Mac dan PC. Entah bagaimana menghitungnya (saya kurang paham), Intuos memiliki Reading Speed (pen) 133pps (mungkin semakin besar angkanya semakin baik), multitouch.
Untuk info lebih komplit nya, Anda bisa search di Google atau kunjungi langsung produk ini disini.
So far, setelah unboxing dengan dus yang keren, lengkap dengan karton recycled, packaging yang oke, hardware yang mantap dan aplikasi pendukung yang mumpuni dan harga yang terbilang murah, saya puas dengan Intuos ini. Jika Anda mencari yang low budget namun tetap menginginkan performa yang baik, pilihan yang satu ini mungkin tidak bisa Anda lewatkan.
Sayangnya, ada satu hal yang sangat mengecewakan dari Intuos ini, bukan karena hardware nya, tapi karena bundle aplikasi dalam CD nya tidak termasuk software grafis seperti yang dijanjikan di situs resmi nya Wacom. Entah karena apa, tapi ini juga menjadi bahan perbincangan di forum Wacom. Anda bisa cek disini

source :http://indrapermanahadi.wordpress.com/
Read more ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...